Minggu, 04 Juli 2021

Secangkir kopi Manisku



 Di ujung meja kafe

Disinilah aku sekarang

Menggambar semua tentang mu, tentang kita... 

Yaa kita 

Andai engkau tak semudah itu menyambut genggaman tangan lainnya


Di kafe ini ada candamu yang terukir dalam gurihnya martabak tiga telur

Ada secangkir teh semanis senyummu yang bercerita tentang kita.. Iyaaa tentang kita 


Mungkin ini salahku

Yang tak jua berani mengungkapkan rasaku padamu

Kau sudah relakan waktumu untuk menungguku

Kupikir akan terasa biasa hari-hariku tanpamu

Tapi ternyata TIDAK


Senyumku terasa hambar sekarang, bahkan pahit

Pegangan tanganku rapuh tanpa engkau wahai secangkir kopi manisku

Aku merasa kosong

Piringku kosong

Cangkirku kosong

Otakku kosong

semua terbawa olehmu


Aah andai sejak dulu

Aku tak ragu

Dan tak menganggapmu hanya segelas kopi penawar hausku

Mungkin saat ini engkau duduk di depanku

Menyeruput segelas teh manis ditemani martabak 3 telor. 

Bercerita tentang kita... 


Bisakah... 

Entahlaah

4 komentar:

Malang dan Rindu yang Bersemi

Malang dan Rindu yang Bersemi Widya Arema Jeda waktu antara kopdar ketiga penulis KBMN menuju kopdar keempat terasa begitu panjang hingga ta...