Kamis, 28 Juli 2022

LELAH

 Riuhmu tak lagi merdu

Bahkan kicau burung yang biasa syahdu terasa hambar di kedua telingaku. 


Siluet rasa di ujung jingga buram

Tertutup oleh bias yang  menjenuhkan

Seolah mati rasa, menguap segala keriangan

Ada keengganan yang menyusup dalam diam

Menghapus memori yang pernah terbingkai indah. 


Sudahlah... 

Tak usah lagi kau basa basi

Hanya membuat pekak telingaku

Percuma kau tutupi hitam dengan putih

Hanya akan berubah kelabu

Tak mampu lagi menyiratkan jingga dan merah jambu. 


Pergilah jika kau tak mampu lagi mengindahkan hatiku

Atau tetaplah bersabar menunggu disitu

Mungkin gletser ini kelak menguap, mencaer disinari mentari

Kan terbuka ruang kosong disudut hati.


Jika suaramu parau

jangan bicara lagi

Tak akan terdengar merdu walau kau berteriak

Kau meracau tak tau arah

Sstt berisik...diamlah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Malang dan Rindu yang Bersemi

Malang dan Rindu yang Bersemi Widya Arema Jeda waktu antara kopdar ketiga penulis KBMN menuju kopdar keempat terasa begitu panjang hingga ta...